Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label rekomendasi

Again, My Life: Kesempatan Kedua dan Takdir yang Dipertaruhkan

Entah kenapa, akhir-akhir ini, nonton drama dengan latar politik jadi keseruan tersendiri buatku. Mulai dari Designated Survivor: 60 Days , Juvenile Justice , I Can Hear Your Voice (yep, aku telat banget ngikutin hype -nya), Again, My Life sampe Tomorrow . Ada daya tarik tersendiri dari setiap judul yang aku sebut, yang bikin cerita mereka “beda” dan punya ciri khas. Well, pada dasarnya memang nggak ada sesuatu yang baru di dunia ini, tapi ide-ide yang disajikan tetep fresh . Di Again, My Life , seorang jaksa Kim Hee Woo berusaha menangkap anggota dewan yang korup, Cho Tae Sub. Sebagai jaksa yang masih muda, Hee Woo tergolong idealis dan bisa dibilang sembrono. Dia tangkap semua penjahat yang terlibat langsung sama Cho Tae Sub, sampe akhirnya membahayakan nyawa dia sendiri. (Ini ada di episode 1.) Pas Hee Woo jatuh dari gedung, dia didatangi seorang malaikat maut yang ngasih dia kesempatan kedua. Hee Woo kembali lagi ke masa gap year setelah lulus SMA dan belum kuliah. Hee Woo ini ...

Dongeng yang Paling Berkesan

Pernah nggak sih, punya dongeng yang paling berkesan? Pas kemarin ikut kelasnya KANOI , aku mikir keras—dongeng yang kubaca pas TK mainstream semua; referensiku kurang banyak. Terus, aku kepikiran sama semester tiga kemarin, pas ada tugas baca folktale sama fairytale . Aku inget, ada dua cerita yang bikin aku terkesan dan gemes, karangan Brothers Grimm sama versi retold -nya Katy Cawkwell. 1. The Story of the Youth Who Went Forth to Learn What Fear Was Ini ceritanya rada bego sih, tapi lucu. Tokoh utama, si cowok, pengen belajar merinding. Dia dikirim ke penjaga gereja buat ngebunyiin lonceng, dan pas si penjaga pura-pura jadi hantu, dia dorong dari atas sampe kaki si penjaga patah. Ayah dia ngamuk, trus diusir dari rumah. Si cowok ini selalu disuruh liat hantu, tapi nggak sekali pun merinding. Sampe dia  ngalahin hantu di kastil angker buat dapet harta karun, dan diizinin menikahi putri raja. Photo by  Lawrence Green  on  Unsplash Karena gemes s...

10 Novel Lokal yang Cocok Jadi Film

Belakangan, banyak banget novel yang diangkat ke layar lebar. Notifikasinya pun banyak bertebaran di pencarian Instagram, nggak ketinggalan sama trailer yang udah rilis di YouTube. Ribuan orang nggak sabar nunggu hari-H buat nonton; sementara aku mikir, sebenernya ada beberapa novel lokal lain yang cocok dijadiin film layar lebar atau serial TV. 1. A untuk Amanda oleh Annisa Ihsani A untuk Amanda ini bercerita tentang seorang gadis yang hidupnya baik-baik saja, tapi justru terkena depresi. Amanda digambarkan sebagai siswa pintar, kritis, dan kadang bingung sendiri pas pengin ngedeketin cowok. Lika-liku hidupnya cukup relatable buatku—dan, apparently , buat beberapa pembaca lain juga. Detail-detail tentang depresi, ekskul Amanda, juga pengetahuan lain bikin novel ini berbobot. Porsi cinta-cintaannya juga pas; nggak terlalu pahit, juga nggak terlalu manis. Novel ini cocok jadi film karena ngasih angin segar buat tema cerita remaja. Apalagi, banyak orang yang masih taku...

[Seri] Daughter of Smoke and Bone

#NulisRandom2017 #NulisBuku Cerita ini gabungan sempurna escape sama interpretive literature . Dan itu udah kayak harga mati. Konsep perang-perangannya keren, dipadu sama dunia manusia, juga pilihan kata dan susunan kalimat yang superindah. Daughter of Smoke and Bone karangan Laini Taylor bercerita tentang Karou, gadis berambut biru yang belajar di sekolah seni dan bekerja untuk seorang monster, Brimstone. Masalah bermula waktu Karou bertemu Akiva, malaikat bermata seperti api yang mencoba membunuhnya, dan sudah membakar pintu-pintu portal dari sihir Brimstone. Ada tiga novel dan satu novela dalam satu seri, dan sekarang aku baru 72% baca Dreams of Gods and Monsters , buku terakhir. >w< Karena belum baca sampe terakhir, aku bakal ngebahas kesan-kesanku selama baca aja. (Tapi aku tetep yakin eksekusi konflik utamanya keren banget sih, wkwkwk.) Di buku pertama, kehidupan Karou dijelasin dengan detail sampe sekitar bab delapan. Selama itu, aku nggak bosen dan...

Rave Review: The 100

#NulisRandom2017 #NulisBuku Sejak Oktober 2016, aku baru ngerti ada cerita distopia, The 100 , karangan Kass Morgan. Yang lebih parah, aku juga belum tahu kalo novel ini udah diangkat jadi serial TV di channel CW. Sekitar November sampe awal Januari 2017, aku selesai baca novelnya (sampe Homecoming doang, belum Rebellion ). Baru pas masuk semester baru, aku rajin maraton serial TV—apalagi episodenya sekarang udah lengkap sampe tamat empat  season ! Whooo! #bangganyasalah Sebelum nonton, aku baca-baca review di Goodreads. Banyak yang bilang kalo serial TV lebih bagus daripada novel. Waktu itu aku baru nonton trailer , dan ternyata, adegan kekerasannya ngalah-ngalahin The Hunger Games . Sama sekali tanpa sensor. Dan, oh, aku suka yang kayak gitu ( once temenku bilang aku kayak psikopat, tapi tenang aja, aku cuma suka adegan bloodsport tanpa berniat niru kok :3). Sekilas tentang ceritanya versi serial TV: orang-orang yang tinggal di pesawat luar angkasa...

Rave Review: My Life as a Writer

Sebenernya, aku nggak ada intention bikin blog jadi tempat review sih, tapi ya okelah. Kalo buat ngomong random , nggak masalah. :p Jadi, aku baru selesai baca My Life as a Writer -nya Haqi Achamd sama Ribka Anastasia Setiawan. Sebelum melangkah jauh ke hal-hal yang aku suka dari buku ini, aku punya satu pertanyaan: kenapa judul di kover depan dan footnote halaman nggak pake article “a” ?  Jadi langsung as Writer gitu aja. Kan kayak ucul sendirian gitu jadinya. Hwhwhw. Oke. Balik ke buku. Instagram @magicalerravella Aku sukaaa banget sama semua pembahasan di sini. Mulai dari nyari ide, persistensi waktu nulis, perjuangan pas udah nerbitin buku, sampe ngomongin buku diari/jurnal. Awal baca, aku ngerasa, wah, jadi penulis apa harus bergelimangan harta prestasi segudang, ya? Kalo cuma nulis tanpa titel apa-apa, gimana dong? Makin ke belakang, pas bagian Dee, Farida Susanty, sama Vabyo, ngeraih prestasi itu kayak natural gitu. Setaha...