Langsung ke konten utama

Postingan

Bookhaul, Hemat, dan TBR List yang Semakin Numpuk

Dalam sejarah per- bibliophile -an(?)ku, baru tahun ini dan bulan ini aku ngadopsi delapan buku sekaligus! Semua berawal pas aku tahu ada promo novel YARN dan Bluestroberi (terbitan Ice Cube Publisher) yang bakal diobral seharga dua puluh ribuan. Pas tanggal 4 Juni 2018 lalu, aku sempat beli Diary Princesa -nya Swistien Kustantyana, Spacious Love -nya Citra Rizcha, dan Rust in Pieces -nya Nel Falisha. Aku beli bareng temenku, dan sebelum bayar, dia sempat nanya, “Udah? Nggak kurang?” Dan, seperti yang bisa ditebak, aku mantap jawab enggak. Nggak taunya, diskon itu berjalan sampe sekarang, bulan Agustus. Aku tahu dari salah satu story Instagram, di akun @aquaniin, yang waktu itu memvideo Gramedia Basuki Rahmat di lantai 3. Otomatis mataku langsung melek semelek-meleknya, jelalatan nggak keruan, dan dorongan untuk kalap itu mulai melanda. Aku kira, stok buku YARN dan Bluestroberi di Malang udah habis. Karena pas akhir bulan Juni lalu, di Gramedi...

True Love: Drama Futuristik yang Mengandung Berbagai Macam Kebaperan

“Love can win or lose; depending on whom you truly choose.” —Mattie, a dedicated fangirl of Professor Milton ((Baiklah, the above quote might be too narcissistic. :P)) ••• It’s strange how you were not familiar with this one particular subject, but then you naturally invested all of your time, effort, and energy to follow the whole activity. You supposed that you would be astray, but then you found comfort and decided to stay. And that’s exactly what I feel toward the whole process. It was almost the end of January when each and every one of the students in the drama class stared at me. I was hesitant, even afraid, to hold such responsibility in writing the script. These past years had been tough for me, and I didn’t know whether my writing skill is good enough to be relied on. In short, I was not confident. But then I was convinced that it was okay. The others would help me. So we voted. And Isaac Asimov’s True Love was chosen. And the deadline was deter...

Kesan-kesan Setelah Baca The Subtle Art of Not Giving a F*ck

Setelah baca The Subtle Art of Not Giving a F*ck -nya Mark Manson, aku tergerak. Banget. Dan sepanjang aku baca, aku sering nemu kata-kata penyemangat. Bentuknya cenderung biasa, nggak mirip kata-kata mutiara yang sering bikin orang ngiler sampe buta realitas gitu. Kalimat-kalimat Mark Manson tuh ngena, apa adanya, dan nggak terlalu dreamy . taken from Google Ada beberapa poin yang pengin kugarisbawahi, di antaranya adalah soal overdosis hal positif , just do something sebagai jawaban atas berbagai kegelisahan, dan belajar untuk masa bodo . Pertama, overdosis hal positif. Jujur aja, di depan orang banyak, entah di dunia nyata maupun maya, manusia selalu diharapkan berlaku baik, ramah, sopan, you name it . Lama-kelamaan, selain jadi hal lumrah yang diterima masyarakat, hal positif ini bikin barang negatif jadi antagonis. Nah, padahal, kebanyakan nelan hal positif juga bisa bikin overdosis. Bikin manusia menekan perasaan negatifnya cuma demi orang baik yang mampu ngo...

Yang Kusuka dari Genre Distopia

Sebenernya, banyak. Mungkin aku juga bakal mengacu ke The 100 karena kesadaran akan pertanyaan di atas muncul setelah baca novel itu. :3 Cerita distopia umumnya berkisar di latar masa depan, dengan kondisi negara yang unik, sekaligus diperintah pemimpin yang diktator. Beberapa cerita dari genre ini bahkan dinilai sederhana—atau, yang lebih kejam, terlalu “anak-anak”—macem The 100 atau The Selection . Tapi, nggak peduli berapa kali pun dipuja-puji (LOL), aku justru sukaaa banget sama model cerita kayak gitu. Di The 100 , semua remaja yang terdampar di Bumi harus berjuang buat bikin tempat tinggal. Mulai dari ngebangun rumah pake kayu, memanfaatkan barang-barang dari pesawat yang masih bisa dimanfaatkan (kaleng buat ambil air, kain yang bisa dipake jadi selimut), sampe nyari sumber air dan makanan. Sumber air dan makanan itu yang bikin aku sadar: selama ini aku take everything for granted . Yep, aku ngerasa aku menyia-nyiakan sumber air dan makanan yang aksesny...

Seorang Pembaca pun Bisa Patah Hati

Sudah hampir setahun sejak aku selesai baca Reached -nya Ally Condie. Di novel itu, ada satu tokoh cewek yang menurutku kuat banget dan layak diapresiasi: Indie Holt. Indie muncul sejak buku kedua, Crossed , dan berpetualang bareng Cassia dan Ky. Dia digambarkan sebagai cewek misterius, tangguh, sekaligus nggak gampang dipercaya (seenggaknya, begitulah kesanku pas baca deskripsi Indie dari sudut pandang Cassia). Dan, yep, Indie memang cuma tokoh sampingan. :') Meski begitu, aku suka banget sama Indie. Spoiler nih (yang juga bakal bertebaran sepanjang entri, hehehe), Indie diceritain suka sama Xander. Iya, Xander si cowok ganteng, pinter, dan patah hati gara-gara Cassia lebih milih Ky itu. Secara normal, aku nggak bakal setuju kalo Indie sama Xander—karena cewek itu 19 tahun, Xander 18. Lebih tua. Tapi, Indie justru devoted banget sama perasaannya. Dia sampe nyuri minipod Cassia demi ngelihatin foto dan data Xander. Mengingat cowok itu ngerasa nggak pernah dipilih...

Teori Nge-Ship Tokoh Supernova

Beberapa hari (sekarang udah minggu?) setelah baca Inteligensi Embun Pagi, aku nggak bisa move on sama sekali. Banyak pertanyaan yang belum terjawab, dan alhasil, teori-teori berjejalan di kepala. Mulai murni soal tiga entitas, sampe ngelibatin tokoh-tokoh yang ku-ship. Entri kali ini bakal memuat jauh lebih banyak spoiler ketimbang entri review biasanya. Jadi, buat yang udah tuntas baca IEP, silakan membaca. Yang betah intip-intip sampe ngerti ending-nya duluan, ya, silakan. Risiko ditanggung sendiri-sendiri. :") ••• Bodhi Liong & Ishtar Summer Semua orang tahu cerita Supernova bermula dari kejar-kejaran Anshargal sama Omega. Ishtar, alias Omega, bertahun-tahun nungguin Alfa dan berencana ngonversi kekasihnya jadi Sarvara. Intinya, Ishtar ini nggak bisa move on selama ratusan bahkan mungkin ribuan tahun cuma demi nungguin Alfa. Di IEP, adegan Ishtar berakhir dengan menghilangnya dia di deket portal. Nah, konsekuensi perbuatan Ishtar itu jelas ngegag...